PANCASEMBAH"Panca Sembah" adalah 5 (lima) bait mantra persembahyangan atau doa suci yang ditujukan kepada Tuhan yang dilakukan sehari-hari atau setiap pioda
Doa Panca Sembah Yang Benar Doa Panca Sembah Yang Benar adalah doa utama yang dilakukan setelah melakukan Doa Tri Sandya. Doa panca sembah wajib dilaksanakan dalam persembahyangan sehari-hari, maupun persembahyangan di Pura atau tempat persembahyangan beberapa tempat sebutan Doa Panca Sembah terkadang sedikit berbeda. Di Bali sering kita dengar dengan Doa Kramaning Sembah. Seperti sebutannya “Panca” maka doa ini terdiri dari 5 runtunan doa. Berbeda dengan Doa Kramaning Sembah yang terkadang lebih dari 5 doa, tergantung dari upacara/yadnya yang sedang berlangsung ditempat itu. Putra Putri Yowana Dharma Text Doa Panca Sembah Text Doa Panca Sembah yang benar ini sudah disesuaikan dengan doa secara umum dan nasional. Doa Panca Sembah ini sudah diklarifikasi oleh Pinandita Pura Satya Loka Arcana yaitu Mangku Ida Bagus Nyoman Adnyana. Disamping itu juga merujuk beberapa sumber di Institusi PHDI Pusat atau Daerah. Sembah Pertama Tanpa Bunga Puyung/Tangan Kosong. Om atma tatwatma suddha mam svaha Sembah Kedua Dengan Bunga Sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Aditya Om Adityasya param jyoti, Rakta teja namostute sveta pangkaja mandyastha bhaskara ya nama stute Om pranamya bhaskara devam, Sarva klesa vinasanam pranamya ditya sivartham, bhukti buktivaram pradam Om rang ring sah parama siva dityaya nama namah svaha Sembah Ketiga Dengan Bunga Sang Hyang Widhi sebagai Ista Dewata Om namo devaya adhistanaya sarva vyapi vai sivaya padmasana eka pratisthaya ardhanareswaryai namo namah Swaha Om brahma visnu isvara deva jivatmanam trilokanam, sarva roga vinurssitam sarva roga vinasanam sarva vighna vinasanam vighna desa vinasanam Sembah Keempat Dengan Bunga Menyembah Sang Hyang Widhi sebagai Pemberi Anugrah Om anugraha manohara deva dattanugrahakam arcanam sarva pujanam namah sarvanugrahaka Deva devi mahasiddhi yajnanga nirmalatmaka laksmi siddhisca dirghayuh nirwighna sukhavrddhisca Sembah Kelima Tanpa Bunga Puyung/Tangan Kosong. Om dewa suksma parama acintya ya namah svaha Om Santih Santih Santih Om Arti Doa Panca Sembah Dibawah ini adalah arti dari Doa Panca Sembah yang sudah disebutkan di bagian atas, sebagai berikut Oh Hyang Widhi, atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah diri hambaOm Sinar Surya Yang Maha Hebat, Engkau bersinar merah, hamba memuja-Mu, Engkau yang bersthana di tengah-tengah teratai putih, hormat kepada-Mu pencipta sinar kemilauan. Om Hyang Widhi sumber cahaya Yang Maha Suci, hamba memujaMu, Om Hyang Widhi Wasa cahaya sumber segala sinar, hamba menyembahMu, pelebur segala dosa, sumber bhakti dan bukti, kesejahteraan hidup jasmani dan rohani, hamba Hyang Widhi Wasa, hormat kami kepadaDewa yang bersemayam pada tempat utama kepada Siva yong sesungguhnya berada di mana-mana, kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba menghormat. Om Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi jiwa dari ketiga ini yang meresapi seluruh alam. Semoga atas perkenan-Mu segala penyakit dan bahaya sirna. Semoga segala perintang yang ada di negara kami sirna, Om Sanghyang Widhi Wasa, hambasembah sujud kehadirat Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi jiwa dari ketiga ini yang meresapi seluruh alam. Semoga atas perkenan-Mu segala penyakit dan bahaya sirna. Semoga segala perintang yang ada di negara kami sirna, Om Sanghyang Widhi Wasa, hambasembah sujud kehadirat Sang Hyang Widhi Wasa, Engkauyang menarik hati, pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewa, pujaan semua pujaan, hormat padaMu pemberi semua anugrah. Kemahasidhian Dewa dan Dewi, berwujud yajna, pribadi, suci, kebahagian, kesempurnaan panjang umur, kegembiraan dan Hyang Widhi Wasa, hormat pada Dewa yang tak terpikirkan, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Gaib, terimalah sembah hamba. Kesimpulan Umat Hindu wajib menghafalkan Doa Panca Sembah ini yang sama baiknya dengan Doa Puja Tri SandyaDibeberapa tempat Doa Panca Sembah ini sedikit agak berbeda, untuk itu Doa Panca Sembah ini menjadi pegangan untuk persembahyangan Panca Sembah ini digunakan untuk doa bersama-sama kelompok dimanapun. Sehingga, jika diperlukan Pemimpin Doa sudah menggunakan Doa Panca Sembah Yang Panca Sembah ini disebutkan dengan kata “Yang Benar” bukan berarti paling terbenar, melainkan pedoman yang umum untuk “persembahyangan bersama”.
Dengankilauan yang merah, sembah kehadapan-Mu, Dikau yang bersthana di tengah sekuntum teratai putih, Sembah kehadapan-Mu, Penyebar kemegahan/kesemarakan! Mantram Surya Stava ini digunakan setiap mulai atau awal persembahyangan untuk memohon persaksian kehadapan Sang Hyang Widhi. Demikian arti, makna atau tujuan pengucapan mantra.
Tata Cara Menjadi Pemimpin Ibadat di GerejaCara Memimpin Ibadah Kristen Agama di Gereja1. Doa Pembukaan2. Bersyukur3. Menyanyikan Lagu Rohani4. Kantong Persembahan dan Pujian5. Pujian dan Doa PenutupTata Cara Menjadi Pemimpin Ibadat di – Cara memimpin ibadah Kristen. Dalam sebuah ibadah tentu ada seorang pemimpin yang memandu gelaran ibadah dan menyampaikan doa mewakili pemimpin ibadah, tentu saja seseorang bukan hanya harus menjadi percaya kepada Tuhan Yesus saja. Melainkan memiliki kedekatan batin yang erat dalam artian kerap berdoa dan menyisihkan saat cara ibadah yang dilakukan oleh gereja, entah itu Kristen atau cara ibadah gereja Katolik, pemimpin ibadah harus bersikap sebaik mungkin. Karena dia yang menjadi penghubung jemaat dengan saja mereka juga harus memahami cara memimpin atau menjadi pemimpin dalam ibadah agama Kristen di gereja. Bagaimana? Berikut ulasan Memimpin Ibadah Kristen Agama di GerejaDi bawah ini kami memiliki beberapa penjelasan yang dirangkum dari berbagai sumber terntang cara memimpin ibadah di gereja. Simak selengkapnya penjelasan di bawah Doa PembukaanPertama-tama yang bisa dilakukan yaitu melakukan pembacaan doa pembuka ibadah Kristen. Setiap kegiatan gereja bahkan dalam kehidupan sehari-hari, kiranya kita hrus melibatkan Tuhan untuk turut ambil andil di cara memimpin ibadah Kristen yang dimulai dengan doa juga harus dilaksanakan, ini bukan kewajiban tapi kegiatan yang tidak boleh dihilangkan dalam ibadah. Dengan memanjatkan doa, setiap pribadi kiranya sudah menyiapkan hati dan pikiran untuk datang ke hadirat ibadah yang dilakukan orang bertujuan untuk menyenangkan dan memuliakan nama Tuhan semata, bukan untuk kepentingan manusia. Doa berarti berbicara kepada Tuhan, mengundang Dia untuk masuk ke dalam ibadah yang akan dilaksanakan dengan penuh BersyukurSetelah doa, ibadah kemudian dilanjutkan dengan mengutarakan ucapan syukur di hadapan orang-orang yang datang untuk ikut beribadah. Pengucapan syukur di hadapan mereka juga bisa membantu mereka untuk turut menyadari hadirat demikian, ibadah yang akan dilaksanakan pun tidak semata-mata untuk kegiatan yang bersifat formal saja. Melainkan ibadah ditujukan untuk benar-benar menyerahkan diri memuji serta memuliakan Menyanyikan Lagu RohaniCara memimpin ibadah Kristen berikutnya yaitu dengan menyanyikan beberapa lagu rohani, seperti lagu rohani yang memotivasi, lagu rohani tentang kasih Tuhan, dan sebagainya. Lagu pujian penyembahan ini biasanya berbeda antara satu gereja dengan yang itu tidak heran mengingat manusia punya banyak sekali bahasa sehingga lagu rohani juga tersedia dalam beberapa bahasa berbeda. Di Indonesia juga ada banyak lagu rohani dalam bahasa daerah, seperti lagu rohani Batak hingga lagu rohani tentu saja untuk memudahkan perluasan Injil, namun tidak meninggalkan Kristus yang telah merelakan dirinya menghadapi penyaliban di kayu salib. Pada tahap ini, biasanya dibawakan dua atau tiga lagu rohani berupa pujian yang Kantong Persembahan dan PujianSelanjutnya ibadah digelar dengan menjalankan kantong persembahan yang bisa diiringi dengan pujian persembahan. Pujian dinyanyikan selama kantong persembahan juga bisa dipilih mau yang ceria, semangat, ataupun tenang dan berjalannya kantong persembahan, orang yang sudah memberikan persembahan juga bisa diajak berdiri untuk melanjutkan pujian. Tapi perlu diketahui juga, kadang ada beberapa gereja yang tidak terlalu menjalankan tata cara ini, salah satunya yaitu tidak memberi dengan heboh persembahan akan tetapi dilakukan dengan rendah disediakan sebuah kotak persembahan di depan ruangan supaya orang yang mau memberikannya bisa meletakkannya sendiri di dalamnya. Persembahan sejati yaitu mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan, persembahan ini meliputi materi yang dihadapkan bisa membantu pembangunan dan perluasan gereja ke Pujian dan Doa PenutupTerakhir yaitu cara menjadi pemimpin ibadah dalam gereja yaitu dilakukan setelah firman selesai. Firman akan diberikan usai kantong persembahan selesai dijalankan, durasi pemberitaannya juga berbeda-beda. Setelah itu, pemimpin ibadah juga dapat menyimpulkan firman yang orang lain bisa mendapatkan kesimpulan garis besar dari inti firman yang telah diucapkan. Setelah membawakan satu pujian terakhir, ibadah bisa diakhiri dengan doa berkat dan doa penutup ibadah Kristen. Orang yang memberikan doa ini boleh orang yang ibadah antara saru gereja dengan gereja lain juga kerap berbeda, namun yang perlu diingat yaitu mengenai perkara pelaksanaan ibadah adalah untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Maka dari itu ada baiknya kita berhati-hati dalam perkara tersebut sehingga ibadah kita bisa dijalani dengan itu saja pembahasan dari kami mengenai cara menjadi pemimpin ibadah kristen. Mari terapkan cara dan tips di atas agar kita dapat menjadi pemimpin ibadah yang Alkitab Tentang Pemimpin yang MelayaniContoh Perbuatan Dosa dalam KristenContoh Doa Syafaat untuk Ibadah Kaum Ibu
DewiSaraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Ia tampak berpakaian dengan dominasi warna putih, terkesan sopan, menunjukan bahwa pengetahuan suci akan membawa para pelajar pada kesahajaan.
Tahapan Persembahyangan 1. Mantram Dupa Oṁ Ang dupa dipāstraya nama swāha Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa/Brahma tajamkanlah nyala dupa hamba sehingga sucilah sudah hamba seperti sinar-Mu. 2. Mantram Bunga dan Kawangen Oṁ puspa dantā ya namah swāha Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, semoga bunga ini cemerlang dan suci. 3. Duduk dengan tenang, dan setelah suasananya tenang ucapkan mantram Oṁ prasada sthiti sarira siwa suci nirmalāya namah swāha Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, dalam wujud Hyang Siwa, hamba-Mu telah duduk tenang, suci, dan tiada noda. 4. Lakukan Pranayama Menarik nafar Puraka Oṁ Ang Namah Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa dalam aksara Ang pencipta, hamba hormat Menahan nafas kumbaka Oṁ Ung Namah Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa dalam aksara Ung pemelihara, hamba hormat Mengeluarkan nafas recaka Oṁ Mang Namah Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa dalam aksara Mang pelebur, hamba hormat 5. Penyucian tangan a. Tangan kanan Oṁ suddha mām swāha Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, bersihkanlah tangan hamba bisa juga pengertiannya untuk membersihkan tangan kanan. b. Tangan kiri Oṁ ati suddha mām swāha Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, lebih dibersihkan lagi tangan hamba bisa juga pengertiannya untuk membersihkan tangan kiri. 6. Puja Tri Sandya 1. Oṁ Oṁ Oṁ bhūr bhvaḥ svaḥ tat savitur varenyaṁ bhargo devasya dhīmahi dhiyo yo naḥ pracodayāt 2. Oṁ Nārāyaṇ evedaṁ sarvam yad bhūtaṁ yac ca bhāvyaṁ niskalaṅko nirañjano nirvikalpo nirākhyātah śuddo deva eko Nārāyanaḥ na dvitīyo asti kaścit 3. Oṁ tvaṁ śivah tvaṁ mahādevaḥ īśvaraḥ parameśvaraḥ brahmā viṣṇus ca rudraś ca puruṣaḥ parikīrtitāḥ 4. Oṁ pāpo’haṁ pāpakarmāhaṁ pāpātmā pāpasambhavaḥ trāhi mām puṇḍarīkāksa sabāhyābhyantaraḥ śuciḥ 5. Oṁ kṣamasva māṁ mahādevaḥ sarvaprāni hitaṅkara māṁ moca sarva pāpebyaḥ pālayasva sadāśiva 6. Oṁ ksāntavyah kayiko dosāh kṣantavyo vāciko mama kṣāntavyo mānaso dosāh tat pramādāt kṣamasva mām Oṁ śāntiḥ śāntiḥ śāntiḥ,Oṁ Terjemahan 1. Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa kami menyembah kecemerlangan dan kemahamuliaan Sang Hyang Widhy Wasa yang menguasai bumi, langit dan sorga, semoga Sang Hyang Widhy Wasa menganugrahkan kecerdasan dan semangat pada pikiran kita. 2. Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, semua yang ada berasal dari Sang Hyang Widhy Wasa baik yang telah ada maupun yang akan ada, Sang Hyang Widhy Wasa bersifat gaib tidak ternoda terikat oleh perubahan, tidak dapat diungkapkan, suci, Sang Hyang Widhy Wasa, tidak ada yang kedua 3. Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, engkau disebut Siwa yang menganugrahkan kerahayuan, Mahadewa dewata tertinggi, Iswara maha kuasa, Parameswara sebagai maharaja adiraja, Brahma pencipta alam semesta beserta isinya, Wisnu memelihara alam semesta, Rudra yang sangat menakutkan dan sebagai Purusa kesadaran agung. 4. Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, hamba ini papa, perbuatan hambapun papa, diri hamba ini papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Sang Hyang Widhy Wasa, Sang Hyang Widhy Wasa yang bermata indah bagai bungan teratai, sucikanlah jiwa dan raga hamba. 5. Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, ampunilah hamba Sang Hyang Widhy Wasa yang maha agung anugrahkan kesejahteraan kepada semua mahluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah hamba oṁ Sang Hyang Widhy Wasa. 6. Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, ampunilah dosa yang dilakukan badan hamba, ampunilah dosa yang keluar melalui kata-kata hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelahiran hamba. Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa anugrahkanlah kedamaian, kedamaian, kedamaian selalu. 7. Kramaning Sembah Setelah selesai memuja Trisandya dilanjutkan Panca Sembah. Kalau tidak melakukan persembahyangan Trisandya mungkin tadi sudah di rumah dan langsung memuja dengan Kramaning Sembah, maka setelah membaca mantram untuk dupa langsung saja menyucikan bunga atau kawangen yang akan dipakai muspa. Adapun sikap tangan yang perlu kita perhatikan dalam persembahyangan dalah Kehadapan Sang Hyang Widhy Wasa, cakupkan tangan diletakan di atas dahi sehingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. Kehadapan para Dewa Dewata, ujung jari-jari tangan diatas, diantara kening. Kepada Pitara roh leluhur, ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung. Kepada sesama Manusia, tangan dihulu hati, dengan ujung jari tangan mengarah keatas. Kepada para Butha, tangan dihulu hati, tetapi jari tangan mengarah kebawah 1. Sembah puyung cakupan tangan kosong Oṁ Ᾱtmā tatvātmā śuddha mām swāhā Oṁ atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba 2. Menyembah Sang Hyang Widhy Wasa sebagai Sang Hyang Aditya menggunakan sarana bunga berwarna putih Oṁ Ᾱdityasyā paraṁ jyoti rakta tejo namostute sweta paṇkaja mādhyastha bhāskarāya namo’stute Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, Sinar Hyang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja Engkau. Hyang Surya yang berstana di tengah-tengah teratai putih. Hamba memuja Engkau yang menciptakan sinar matahari berkilauan. 3. Menyembah Sang Hyang Widhy Wasa sebagai Ista Dewata dengan sarana Bunga atau Kawangen. Istadewata adalah dewata yang di inginkan kehadirannya pada waktu seseorang memuja keagungannya. Ista Dewata adalah perwujudan Sang Hyang Widhy Wasa dalam berbagai wujudNya. Jadi mantramnya bisa berbeda-beda tergantung di mana dan kapan bersembahyang. Mantram di bawah ini adalah mantram umum yang biasanya dipakai saat Purnama atau Tilem atau di Pura Kahyangan Jagat Oṁ nama dewa adhisthanāya sarwa wyāpi wai śiwāya padmāsana eka pratiṣṭhāya ardhanareśvaryai namo’ namaḥ Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, yang bersemayam pada tempat yang sangat luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja. 4. Menyembah Sang Hyang Widhy Wasa sebagai pemberi anugrah menggunakan sarana bunga atau kawangen Oṁ Anugraha manoharam dewa dattā nugrahaka arcanaṁ sarwā pūjanaṁ namaḥ sarwā nugrahaka Dewa-dewi mahāśiddhi yajñānya nirmalātmaka laksṣmi śiddhiśça dīrghāyuh nirwighna sukha wṛddiśca Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa, Engkau yang menarik hati pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata yang maha agung, pujaan semua pujaan, hormat bhakti hamba pada-Mu, pemberi semua anugrah 5. Sembah Puyung cakupan tangan kosong Oṁ Deva sukṣma paramācintyāya nama swāhā. Oṁ śāntiḥ śāntiḥ śāntiḥ,Oṁ Oṁ Hormat kepada dewata yang yang tak terpikirkan yang maha tinggi yang gaib Oṁ Sang Hyang Widhy Wasa anugrahkanlah kedamaian, kedamaian, kedamaian selalu. Created ByIGN Wahyu Dwi Payana Editing by I Gusti Gede Ngurah Hartadian Arya l • b • s HinduDoa sehari-hari Panganjali • Menjelang tidur • Bangun pagi • Membersihkan atau mencuci muka • Menggosok gigi • Berkumur • Membersihkan kaki • Mandi • Mengenakan pakaian • Menghadapi makanan • Mulai mencicipi makanan • Selesai makan • Sebelum memulai suatu pekerjaan • Selesai bekerja/bersyukur • Memohon bimbingan Sang Hyang Widhy Wasa • Mohon inspirasi • Mohon dianugrahi kecerdasan dan kesucian • Mulai belajar • Mohon ampun dalam segala dosa • Memotong hewan • Mengunjungi orang sakit • Mendengar atau melayat orang meninggal dunia • Keselamatan pengantin • Memohon ketenangan rumah tangga • Kelahiran bayi • Memohon cinta kasih-Nya • Memohon panjang umur • Pembuka rapat/pertemuan • Penutup rapat/pertemuan • Pedagang • Kebajikan • Memohon perlindungan • Pelatikan pejabat negara • Mengheningkan cipta • Paramasanti Mantram Tri Shandya • Tahap Persembahyangan
Acaradilanjutkan dengan Persembahyangan ( Kramaning Sembah ditambah dengan muspa kepertiwi, ke kawitan ) setelah selesai persembahyangan semua tirta yang dimohon diturunkan di percikkan dahulu dimasing-masing upakara lalu kepada dibayi, baru sibayi natab banten pawetonan dari natab sesayut, pengambian, dapetan terakhir banten peras dan