Sedangkanuntuk kekurangan dari atap keramik adalah mudah pecah pada kondisi ekstrim, lalu tidak bisa digunakan pada atap dengan kemiringan diatas 30 derajat yang mana itu disebabkan jika kemiringan atap lebih dari 30 derajat maka atap dengan material keramik akan mudah bocor, dan juga aliran airnya tidak akan berjalan dengan baik.

untukkemiringan atap genteng usahakan 30 derajat,agar air hujan lancar mengalir dan air tidak membalik,posisi genteng harus lurus rapi dan tidak miring berlekak-lekok Kemiringan yang kurang penyebab biang kebocoran,sekarang ini penggunaan atap spandek telah meluas di kalangan rumah tinggal,walaupun bisa dipasang landai akan tetapi perlu ada

Jikamelihat kembali pada sejarah, para perencana bangunan zaman Belanda mendesain atap dengan sudut kemiringan yang curam, biasanya lebih dari 30 derajat, sekitar 35-45 derajat. Kemiringan atap ini didesain sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik wilayah. Adapun sudut kemiringan yang curam yang terdapat pada struktur atap

Selainmemberi kesan anggun pada rumah, genteng keramik memiliki berbagai kelebihan. Genteng keramik sangat awet dan cocok untuk atap dengan kemiringan 30 derajat. Bila menggunakan genteng keramik berkualitas tinggi dan dipasang dengan tepat, usia pakainya dapat melebihi 100 tahun, bahkan untuk wilayah dengan iklim tropis seperti Indonesia.

Prosespemasangan material pembentuk atap bangunan harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, atap genteng tidak boleh dipasang dengan sudut kemiringan kurang dari 30 derajat. Bila Anda ingin membuat atap dengan sudut kemiringan hingga 10 derajat, Anda bisa menggunakan seng atau asbes.

BacaJuga : Cara Mudah Hitung Kebutuhan Genteng Metal Pada Atap Pelana. Untuk ketinggian atap, begini perhitungannya: T = ½ x lebar sebuah bangunan x tan a (kemiringan sudut sebuah atap) T = ½ x 8 m x tan 30° = 2,309 m. Untuk kemiringan atap, begini perhitungannya: K = ½ x lebar sebuah bangunan : cos a (kemiringan sudut sebuah atap) Atapsebuah rumah memiliki ukuran 5 meter x 15 meter dengan overstek 1 meter. Atap tersebut juga memiliki sudut kemiringan 30 derajat. Maka untuk menghitung luasnya adalah seperti ini: Luas atap rumah = (5 m + 2 m) x (15 m + 2 m) / (cosinus/cos 30) Dan hasilnya adalah : (7 m x 17 m) / cos 30 = 119 m / 0,83; maka luas atap rumah adalah = 143,37 m2 Laluuntuk atap dari genteng biasa, ukuran kemiringan ini sekitar 30 hingga 40 derajat. Sedang atap dari sirap, bisa menggunakan ukuran sudut sekitar 25 hingga 40 derajat. Terakhir atap dari alang-alang atau bahan alami yang lain, sudut tersebut harus punya ukuran lebih dari 40 derajat. Penggunaan ukuran sudut yang berbeda-beda ini bertujuan HC3A.
  • zdyt0rl9ke.pages.dev/2
  • zdyt0rl9ke.pages.dev/411
  • zdyt0rl9ke.pages.dev/172
  • zdyt0rl9ke.pages.dev/398
  • zdyt0rl9ke.pages.dev/478
  • zdyt0rl9ke.pages.dev/419
  • zdyt0rl9ke.pages.dev/32
  • zdyt0rl9ke.pages.dev/203
  • kemiringan atap 30 derajat